Peternakan Domba Garut "Toekang Domba"

Salam Peternak Indonesia!
"Toekang Domba" adalah nama peternakan khusus Domba Garut yang kami kelola untuk pembibitan domba garut unggul. Peternakan Domba Garut "Toekang Domba" adalah langkah kecil kami dalam upaya turut melestarikan ternak asli Indonesia khususnya Domba Garut. Peternakan "Toekang Domba" berlokasi di daerah Soreang sebelah selatan kota Bandung yang merupakan daerah yang nyaman dan sejuk dengan ketinggian 800 meter diatas permukaan laut.



Minggu, 30 Agustus 2009

Malaysia Dilarang Membeli Domba Garut

BANDUNG, (PR).-
Pemprov Jabar menolak memberi izin pembelian bibit ternak domba garut oleh Malaysia, untuk melindungi kelestarian hewan ternak tersebut. Populasi ternak domba garut tengah dilakukan perlindungan oleh Pemprov Jabar dari ancaman dipatenkan oleh negara lain.

Gubernur Jabar H. Ahmad Heryawan, di Bandung, Rabu (20/5) mengatakan, belajar dari rencana pembelian bibit domba garut oleh Malaysia, terlihat adanya potensi besar pengembangan agrobisnis ternak tersebut dalam skala internasional. Peluang ini harus dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh para peternak rakyat di Jabar, terutama domba garut.

"Kami juga akan berkoordinasi dengan sejumlah lembaga/instansi pemerintah terkait agar saling mendukung dalam upaya pelestarian komoditas-komoditas pertanian spesifik Jabar, termasuk domba garut. Kami tengah berupaya tak kecolongan agar berbagai komoditas spesifik lokal kemudian dipatenkan oleh negara lain," katanya di sela Ekspose Agribisnis Domba Jabar, di Mall Metro Indah, Bandung.

Disebutkan pula, peluang pemasaran domba internasional, di mana Jabar selaku sentra produksi di Indonesia, sangat terbuka dari Timur Tengah karena masyarakatnya sangat terbiasa makan daging domba dan kambing. Sejumlah pejabat negara di Timur Tengah menyatakan sangat meminati domba dari Jabar karena diketahui diusahakan oleh masyarakat Muslim, ketimbang selama ini membeli kambing dari Australia rata-rata 200 ton/hari.

Upaya pelestarian produk-produk pertanian spesifik Jabar dari ancaman dipatenkan negara lain, menurut Kepala Biro Produksi Pemprov Jabar, Toto M. Toha, juga dilakukan untuk produk muncang Sunan yang selama ini asli Kabupaten Sumedang. Soalnya, potensi bisnis muncang Sunan adalah produk bahan bakar alternatif dan pakan ternak.

Ketua Harian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jabar, Entang Sastraatmadja, menilai, sikap Gubernur Jabar yang menolak izin pembelian domba garut oleh Malaysia, dapat dijadikan gambaran keberpihakan kepada usaha pertanian spesifik lokal, termasuk ternak domba.

Sinyal dari Gubernur Jabar tersebut harus diikuti koordinasi dan kekompakan berbagai dinas/instasi terkait lainnya di provinsi maupun kabupaten, bahkan tingkat pusat, mulai sektor hulu, izin perdagangan, kehakiman, pelabuhan, petugas keamanan, dll.

Dukungan pelestarian domba garut sebagai komoditas spesifik Jabar, juga muncul dari Dirjen Peternakan Departamen Pertanian, Tjeppy D. Sudjana, yang mengatakan, saat ini Departemen Pertanian tengah melakukan perlindungan sejumlah plasma nuftah lokal dari ancaman dipatenkan negara lain, misalnya domba garut dan sapi bali.

Diakui, pemerintah juga baru saja kecolongan atas lolosnya empat ratus bibit sapi bali melalui Sulawesi Utara yang juga dibeli Malaysia

sumber www.pikiran-rakyat.com

Minggu, 23 Agustus 2009

Pemprov. Jabar Siapkan Lahan Untuk Pembibitan Domba

Kamis, 20 Agustus 2009

Jika usulan program pembibitan domba disetujui dalam perubahan APBD Provinsi Jabar tahun 2009, Pemprov. Jabar menyiapkan lahan untuk kegiatan pembibitan domba, ungkap Kadisnak Jabar, Kusmayadi Tatang Padmadinata dalam keterangannya kepada jabarprov.go.id (20/8).Menurut Kusmayadi, usulan program tersebut merupakan salah satu usulan dari target pembangunan sektor peternakan, dalam memacu pengembangan ternak, Pemprov. Jabar mempunyai target untuk mengembangkan populasi domba. Program tersebut ditargetkan dapat selesai dalam tahun 2012.Pembibitan domba dalam perubahan APBD Jabar tahun 2009, direncanakan akan dilaksanakan di lahan seluas 26 Ha. Lahan tersebut, lokasinya ada di Kawasan Garut. Jenis domba yang akan dikembangkannya adalah Domba Garut.Jika program tersebut disetujui dalam perubahan APBD Jabar tahun 2009, dalam hitungan waktu 3 bulan, di lokasi tersebut akan dibuat kandang, kebun untuk pembibitan serta sebagian kecil kegiatan pembibitan domba, jumlahnya sebanyak 200 ekor.Rencananya, kegiatan pembibitan domba dengan jumlah besar akan dilaksanakan di tahun 2010. Lokasi pembibitan juga akan diperluas, salah satunya akan dilaksanakan di beberapa lokasi di Kawasan Kuningan. Target pembibitan domba, ujar Kusmayadi optimis dapat selesai dalam tahun 2012. Hal tersebut didasarkan atas pertimbangan program tersebut dilaksanakan secara terpadu. Salah satunya dilaksanakan bersamaan dengan program Sarjana Membangun Desa (SMD), untum kegiatan tersebut sebanyak 46 sarjana dipersiapkan untuk membantu kegiatan pembibitan domba.

Sumber : http://www.disnak.jabarprov.go.id

Jumat, 14 Agustus 2009

Karnaval domba Garut

Karnaval Domba Garut Lebihi Target Rekor Muri
Kamis, 13 Agustus 2009 , 22:03:00

GARUT, (PRLM).- Karnaval domba Garut (Aries Opis) diikuti 2.000 ekor lebih peserta, atau melebihi target pemecahan "Museum Rekor Indonesia" (Muri), sebanyak 1.709 ekor.

Sekretaris penyelenggara Janur M. Bagus, mengatakan, di Garut, Kamis (13/8), tingginya antusiasme para peternak dan penggemar karnaval, sungguh-sungguh di luar dugaan.

Pihak panitia sempat kewalahan menampung membludaknya peminat karnaval yang akan berlangsung 15 Agustus 2009, tetap akan memfasilitasinya.

Namun, penutupan pendaftaran peserta terpaksa dilakukan lebih cepat atau Kamis, yang semula dirancang pada Sabtu (15/8) saat menjelang pelaksanaan di tempat.

Sedangkan berbagai persiapan telah dirampungkan, seperti penyediaan panggung kehormatan, `sound system`, serta beragam jenis kesenian tradisional etnik Garut.

Pada puncak acara karnaval akan ada pagelaran wayang golek dengan Ki Dalang Asep Sunandar Sunarya dari Padepokan Giri Harja III Bandung, sebagai hiburan rakyat menyemarakkan HUT ke-64 Kemerdekaan RI, ungkap Janur.

Dia mengatakan, pihak penyelenggara lomba juga menyediakan sejumlah hadiah, antara lain tiga unit sepeda motor, lemari es, televisi berwarna 21 inci, serta sejumlah hadiah hiburan "door prize".

Bagi para peserta, disiapkan pula pakaian adat khas "jawara" domba, berupa kaos dan `pangsi` berwarna hitam untuk dikenakan para peternak ketika mendampingi dombanya berkanaval.

Kegiatan ini, kata Januar, diharapkan dapat menjadi hadiah istimewa bagi ulang tahun Kemerdekaan RI, sekaligus mempertahankan eksistensi peternak dan penggemar domba Garut sebagai salah satu species `plasma nuftah` unggulan langka di Indonesia, bahkan dunia. (das)


sumber : http://www.pikiran-rakyat.com